tuhan yang maha kuasa








SUMBER KRISTEN DI BATUNADUA NAULI

Home Hubungi Kami Pengakuan Iman Kotbah Sermon Mimbar Gereja Artikel ilustrasi Humor ebooks Kursus Teologia Clip Arts Power Point Direktori

Melayani jemaat dan hamba Tuhan dengan menghosting sumber-sumber kristen berkualitas


Update terbaru.

Update tgl 13 Februari 2008

500 LAGU POWER POINT.

Silahkan Download

Lagu Power Point

=====================

Widescreen Wallpaper

(84 gambar, 17 MB)

Download

=====================

Nantikan

Seminar-Seminar Kristen dalam bahasa Indonesia (Audio MP3), oleh Pdt. Yohan Candawasa

  • Analogi dan realita pernikahan (23,7 MB)

  • Memelihara Ikrar kita (38 MB)

=======================

Bila anda ingin mendapatkan informasi mengenai update terbaru dari Sumber Kristen melalui Email

silahkan Klik

Hubungi Kami

=========================

CLIPARTS

Silahkan download clip art lainnya: Klik CLIPARTS




Link dari google ads

Menjelang Paskah (Easter):

1. Easter Screensavers

2. Easter Wallpaper

3. Easter ClipArts

4. Easter Powerpoint Template

====================

5 ScreenSavers.

6. Christian ClipArts

7. Christian Wallpaper

  • Wallpeper lucu (funny wallpaper)

  • Wallpaper macam tutul (Leopard Wallpaper)

  • Wallpaper anak-anak (Kids Wallpaper)

  • Wallpaper selebriti (celebrity walpaper)

  • dll

8. Power Point Template

  • Memudahkan membuat Power Point dengan template yang sudah tersedia. Tinggal pakai. Kami hanya memberi informasi link

9. Free Font.

  • Memudahkan anda membuat huruf-huruf yang indah dan bermacam-macam

10. Free Browser.

  • Pakailah berbagai macam Browser untuk berinternet ria. Masing-masing memiliki keunggulannya tersendiri.

11. Ringtones

===================

SELAMAT DATANG DI WEBSITE SUMBER KRISTEN.

Website ini dikhususkan untuk melayani jemaat dan hamba Tuhan. Pelayanan ini berbentuk menyediakan sumber sumber kristen antara lain:

  • Kotbah. Naskah kotbah yang lengkap dari berbagai penulis di Indonesia. Anda pun bisa menyumbangkan kotbah anda untuk menjadi berkat bagi orang lain. Kotbah-kotbah ini gratis.

  • Sermon. Naskah kotbah lengkap dalam bahasa Inggris, dari Kejadian sampai Wahyu. Terus di update

  • Mimbar gereja yang diredaksi oleh Pdt.Benny Solihin, Pdt. Yusman Liong adalah merupakan kumpulan kotbah berkualitas. Para penulis adalah Alumni Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang. (SAAT Malang). Gratis dan tidak di update lagi.

  • Artikel Teologia. Berbagai macam tema teologia dengan paham reformed dan akan terus di update.

  • Ilustrasi. Ilustrasi kristen yang berkualitas. Ilustrasi berdasarkan tema juga ada di website ini, hanya belum lengkap. Kami masih akan terus menambah dengan ilustrasi bermutu.

  • Kursus Teologia Online. Kursus teologia online atau kursus alkitab online bagi anda yang sibuk. Anda bisa kursus teologia secara online tanpa meninggalkan pekerjaan anda

  • Direktori. Sumber direktori kristen yang lengkap. Tidak semua alamat website yang berkualitas bisa muncul di search engine. Oleh sebab itu dibutuhkan daftar direktori, sehingga kita bisa langsung mencari bahan yang dibutuhkan. Direktori kami memiliki ratusan ribu direktori kristen baik itu bahasa indonesia maupun inggris. Direktori ini akan terus di perbaharui.

  • Clip Arts. Berbagai macam clip art yang indah dan sesuai nats Alkitab. Pantau terus update clip arts kami.

  • Ebooks Ebooks berkualitas. Ebooks Teologia, Ebooks pengetahuan umum yang sangat berguna. Ada juga ebooks gratis.

  • Humor. Humor tidak porno.Humor yang berkualitas akan terus ditambahkan di website ini.

  • Power Point. Berbagai lagu kristen Klasik, Pop sudah diketik dalam bentuk power point. Buat apa repot ketik lagi, download saja power point di sini. Power point ini akan semakin lengkap dari hari ke hari.

  • Ringtones. Ringtones, ringtones,ringtones.................pokoknya menambah indah panggilan HP anda.

  • Berita terkini

free webhosts directory




NANTIKAN

KURSUS TEOLOGIA ONLINE

GRATIS brow

whats up mann:::

get up soon

  • Kursus dituntun oleh Pengajar kami dengan gelar MTh.
  • Diskusi melalui Forum bersama peserta kursus
  • Gratis
  • Untuk mendaftar silahkan Mendaftar di Forum Sumber Kristen

Daftar menjadi anggota Forum, Klik

powereed by::"vasko edo minter gult0m""

FORUM

*






Baca Selengkapnya......

Tolerance

Pluralistic cultures like our own put a high value on tolerance. In matters
of personal morality and religious faith, most things are tolerable except
intolerance itself.

The healthy side of "politically correct" tolerance is that it attempts to
assure mutual respect among people of different religious and cultural
perspectives. The dangerous side is that children of such cultures are
raised to consider all points of view as equally valid.

Where does this leave those of us who do not believe everything is relative
or that all religious or philosophical views are equally valid? Should we
be angry about a society that tolerates sexual immorality and philosophical
relativism, while at the same time becomes increasingly intolerant of the
Christian mission? Should we be angry that a nation which used to assume
Judeo-Christian values is increasingly resistant to the Christian gospel?

If we are not careful, we might end up on the wrong side of this issue. It
is easy for us to feel insulted and intimidated by a government and society
that attempts to marginalize people of "fundamentalist" conviction. It is
easy to fell that we must fight all attempts to define us out of a
government "of the people, by the people, and for the people." It is easy
to assume that because "sin is a reproach to any nation," our mission is to
make sure that government is a friend or at least a protector of our
mission to evangelize. It is easy to assume that "tolerance of sin" is all
wrong.

Policies of tolerance, however, are not all wrong. They form the mutual
ground on which we can stand with non-Christians to press the point that
while all religious points of view might be tolerated in a free society,
not all are equally valid.

While the God of the Bible teaches us not to tolerate pride, greed, or
sexual immorality in ourselves or in the lives of those who take the name
of Christ, He teaches His people to tolerate sin in the lives of those who
do not yet know Christ as Savior (1 Cor. 5:7-13). To tolerate sin in the
lives of non-Christian neighbors does not mean we condone their sin. It
means we seek to patiently love them to Christ, as God has loved us to Himself.

As Christians, we must not only pray for our enemies and give them reason
to come to Christ, but we must also defend their right to disagree with us
and reach conclusions inconsistent with our own. While we do not agree with
such views or consider them valid, we must fight for their right to hold them.

What we must not do is argue our case and vote our morality in public
forums for the purpose of "reclaiming our rights" or "to protect our
children from the evils of unbelievers." Those who don't yet know Christ
need to feel our compassion more than our desire for control. They need to
see that we are not motivated by fear for ourselves, but by love for them.

Our path will not be easy. Our mission to tell our world about "one
mediator between God and man" will be seen by multi-cultural societies as
one more form of religious fundamentalism that is especially dangerous.

Anti-conversion policy will undoubtedly become a mark of the coming global
village. The world of the future will offer religious freedom, while at the
same time censuring any group which seeks converts.

World governments are under growing pressure to adopt policy designed to
protect religious groups from threatening one another. The Republic of
Turkey, for instance, offers religious freedom while at the same time
taking a tough stance against any religious group that attempts to make
converts from outside of its own members. While such laws seem designed to
frustrate Christian missions, they were actually drafted to eliminate
conflict between competing Muslim sects. The issue is not only the
Christian message but any religious message that threatens to disrupt
societal cohesion.

All of this seems threatening. But this is no time to throw up our hands or
throw in the towel. We have merely live long enough to come full circle to
the first-century conditions. The church was born in a day that tolerated
almost anything excepts a faith that lovingly pointed others to the Lord of
lords.

Father, help us to love others in the way You have instructed us (2 Tim.
2:24-26). Help us to live in the spirit of those apostles who found in a
hostile environment an opportunity to love their enemies, and to obey You
rather than man.

vasko edo minter gultom

"Been Thinking About" - Radio Bible Class Ministries - Our Daily Bread -
Spring 2000.
<http://www.rbc.net/>http://www.rbc.net/
___________________________________________________________

Pak Hud, saya bermaksud mengirim artikel ini untuk Milis Spiritual tetapi
saya kuatir kalau-kalau isinya masih dianggap terlalu 'fundamentalis'
Kristen. Jadi saya kirimkan dulu ke Pak Hud untuk dibaca, kalau Pak Hud
berpendapat artikel ini cocok untuk milis SP, mohon ditampilkan dan jika
tidak ya jangan ditampilkan di SP :-). Terima kasih.

Saya melihat artikel tersebut sebagai pemikiran toleransi dari kalangan
Kristen yang tetap memegang teguh penafsiran tradisional akan Amanat Agung
untuk menginjili dengan cara yang toleran. Mungkin artikel ini bisa
membantu orang-orang Kristen untuk makin memahami toleransi sesuai ajaran
yang dianutnya.

Salam,

Lan Sin
___________________________________________________________
Please take a visit to my homepage:
<http://www.geocities.com/niucls/>http://www.geocities.com/niucls/
Thank you :-)
-----------------------------
Hudoyo:
Salam jumpa kembali, Sdr Lan Sin. [Maaf, email Japri dari Anda ini nyelip
ketika saya pergi keluar kota, dan baru ketemu sekarang.]

Pemikiran yang ditampilkan dalam artikel di atas cukup sah, dalam arti
tidak bertentangan dengan etiket di Milis-Spiritual. Yang dulu pernah
ditolak di sini dari sementara rekan adalah artikel yang terang-terangan
bersifat "proselytizing" (mencari penganut) dengan menyerang ajaran-ajaran
lain.

Seberapa "fundamentalis" pun suatu pemikiran adalah sah untuk ditampilkan
di milis ini asal saja tetap mengindahkan rambu-rambu tersebut. (Dalam hal
ini, tentu saja si "fundamentalis" akan merasa sedikit banyak terbelenggu
karena tidak bisa bicara sebebas seperti di forum tanpa moderasi; tapi apa
boleh buat, Milis-Spiritual ini mempunyai visi, misi dan etiketnya sendiri
yang harus ditaati oleh semua orang yang ingin menulis di sini.)

Sekaligus saya ingin menanggapi tulisan Mart de Haan ini. Tulisan ini pada
dasarnya mencerminkan sikap tradisional Kristen dalam menghadapi
agama-agama lain, yakni bahwa agama-agama tidak sama-sama valid, bahwa ada
yang paling benar di antara agama-agama. (Sikap ini tidak hanya terdapat di
kalangan Kristen, tetapi juga di kalangan Islam dan Yahudi, dan dalam
intensitas yang jauh lebih lunak, di kalangan umat Hindu, Buddhis dsb.)

Namun, saya melihat ada kemajuan besar di dalam sikap "fundamentalis" itu,
sekalipun kemajuan itu tidak cukup tuntas. Yang saya maksud adalah kalimat
berikut:

As Christians, we must not only pray for our enemies and give them reason
to come to Christ, but we must also defend their right to disagree with us
and reach conclusions inconsistent with our own. While we do not agree with
such views or consider them valid, we must fight for their right to hold them.

Saya katakan 'tidak tuntas', karena di situ masih melihat orang lain
sebagai "our enemies" beserta segala implikasinya. Bagaimana kita bisa
hidup bersama-sama "musuh" dalam satu masyarakat yang sama?

Lalu, bagaimana kemajuan yang saya anggap "tuntas" itu? Beberapa waktu
lalu, saya pernah menayangkan artikel yang ditulis oleh Dr Barbara Zikmund,
Direktris Seminari Hartford, Connecticut, A.S., tentang sejarah misi
Kristen (dimuat dalam buku "Passing Over: Melintasi Batas Agama", Yayasan
Paramadina). Di situ Barbara Zikmund menguraikan visinya tentang hakekat
misi Kristen di masa depan, yang bukan untuk meng-Kristen-kan orang,
melainkan --di samping mengabarkan tentang pengalaman Kristiani (the
Christian experience)-- adalah "untuk mendorong agar manusia bersama-sama
meningkatkan spiritualitasnya di dalam kepercayaan masing-masing." Di sini
tersirat pandangan Zikmund bahwa agama-agama adalah sama-sama valid sebagai
jalan menuju Tuhan.

Barbara Zikmund adalah seorang pemikir di garis depan pemikiran Kristen
pada zaman kita. Baru-baru ini dia datang ke Indonesia dalam rangka trialog
Islam-Kristen-Yahudi. Juga datang di situ Paul F. Knitter, seorang pemikir
Kristen lain yang terkenal dengan rumusannya: "a globally responsible
corelational dialogue" ("dialog saling berhubungan secara setara dan
bertanggung jawab secara global").

Menurut saya, masa depan agama Kristen terletak dalam penyebarluasan dan
pelembagaan pikiran-pikiran pemukanya macam Barbara Zikmund, Paul F
Knitter, John Selby Spong, John Hick, Harvey Cox dll.

Salam,vasko edo minter

Baca Selengkapnya......

vasko dan area batunadua

» More on 'artikel agama kristen'
SMS sending for free for your Mozilla Firefox

ARTIKEL: Membedah Agama Kristen

Agama kristen memiliki sejarah kekisruhan terlama didunia, meski diakui bahwa ajarannya bersumber dari Yesus (Nabi Isa a.s.) tetapi penelusuran sejarah menunjukkan bahwa peranan Yesus (Nabi Isa a.s.) dalam ajaran kristen masa kini sudah kehilangan eksistensinya, karena sebagian besar isi kitab Injil adalah tulisan seorang Yahudi yaitu Raul/Paul yang belakangan disebut sebagai Paulus.
Istilah Kristen sesungguhnya juga bukan berasal dari nama yang dibawa oleh Nabi Isa a.s. (Yesus) istilah Kristen muncul & erat hubungannya dengan peristiwa penyaliban Yesus (Cross-salib) dari istilah inilah kemudian muncul istilah Kristus (orang yang disalib) dan pengikutnya disebut sebagai umat Kristen. sementara sebutan Nasrani bagi penganutnya bersumber dari sejarah perjalanan Dakwah Yesus
ditanah Nazareth (Nasharo). Sebagian lagi mengatakan Nazareth adalah tempat kelahiran Yesus. Akan tetapi sebagian orang Kristen menyangkalnya, menurut mereka Yesus lahir di Bethlehem. Hal ini dihubungkan dengan persoalan nubuat yang akan dibahas kemudian.

YESUS DAN PAULUS.
Sebagian dari sarjana telah menitikberatkan perhatiannya pada tulisan-tulisan Paulus dalam Kitab Perjanjian Baru, yang dimulai oleh F.C. Baur dari Tübingen. Mereka mengatakan bahwa dalam Perjanjian Baru terdapat dua aliran yang sangat bertentangan satu sama lain, yaitu ajaran-ajaran Yesus dengan ajaran-ajaran Paulus. Bagi mereka, ajaran Yesus telah diubah oleh Paulus sedemikian rupa,
sehingga pada hakikatnya Pauluslah yang merupakan pendiri agama Kristen yang dianut oleh banyak orang saat ini.
Ketika Yesus mengajarkan bahwa manusia dapat mencapai kerajaan surga dengan bertobat & berbuat baik, maka Paulus mengatakan bahwa dosa manusia telah ditebus Yesus. Dengan menyadari dosa yang telah dilakukannya & menyelami kejahatan manusia. Paulus mengembara meletakkan tiang-tiang agama Kristen dengan doktrin tentang Yesus sebagai penebus dosa, yang telah membebaskan manusia sejak jatuhnya adam.
Ajaran penebusan dosa oleh darah Kristus atas umat manusia, suatu dosa yang menurut ajaran Gereja dibawa sebagai warisan turun temurun sejak jatuhnya Adam, yang merupakan bagian dari skema Tritunggal, kemudian ditentang pula oleh kaum Kristen sendiri. Pada abad kelima, Pelagius menyatakan dengan tegas di Roma, bahwa dosa adalah suatu perbuatan, bukan suatu keadaan
setiap manusia bertanggung jawab atas dosanya sendiri. Dengan keyakinan yang sempurna Paulus mengajarkan Injilnya tentang Yesus yang tidak diajarkan Yesus dalam Injil-injil sinoptik.
Tatkala Yesus mengatakan dengan tegas kepada dua belas muridnya: "Jangan kamu menyimpang kejalan bangsa lain atau masuk kedalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel" (Matius, 10:5-6) dan mengatakan "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel" (Matius, 15:24).
Paulus kemudian menentangnya, karena kelemahannya (Isa a.s.) menghadapi orang Yahudi, dan kemudian ia mengembara kenegeri-negeri orang kafir. (Kisah Para Rasul, 22:18-21). Yesus yang sejak awal sampai akhir hidupnya bertindak sesuai dengan hukum Taurat, yang menyuruh manusia menaati Musa (Markus, 1:44)
dan yang mengatakan: "Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya" (Matius, 5:17). Paulus dengan tegas menentang: "sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan dihadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa" (Roma, 3:20).
"sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada dibawah hukum Taurat, tetapi dibawah kasih karunia" (Roma, 6:14). "sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus" (Galatia, 2:26).
Adanya pertentangan kedua injil ini Wrede berkata: "Maka terdapatlah suatu celah yang tak terhubungkan antara Yesus & Paulus. Paulus adalah pendiri kedua dari agama Kristen. Pendiri kedua ini tidak syak lagi bertentangan dengan pendiri yang pertama dalam keseluruhannya dan yang terkuat - tetapi tidak lebih baik".
Teolog-teolog itu bertanya: hak apakah yang dipergunakan oleh Paulus untuk mengubah atau menghapus hukum Taurat, sedangkan dia bukanlah Kristus atau Messias, bukan Nabi, malah bukan murid Yesus. kekuasaan apa yang dipergunakannya untuk berkata: "Jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu" (Galatia, 5:2), sedangkan Yesus (Lukas, 2:21) & seluruh muridnya bersunat.


TRITUNGGAL
Dengan meragukan keaslian Injil, kaum terpelajar berpendapat, bahwa dogma Tritunggal dan skemanya, seperti penebusan dosa dengan darah Yesus (atonement) yang tidak dapat diterima oleh akal, bukanlah ajaran Yesus. Kaum terpelajar berpendapat bahwa ajaran Tuhan Bapa telah masuk kedalam ajaran Kristen dari paham Yunani. Mitos Yunani mengenai istilah Zeus-Pater atau Yupiter sebagai Tuhan Bapa.
Demikian pula tentang penjelmaan Tuhan kedalam tubuh manusia yang merupakan ajaran Yunani, telah masuk pula kedalam ajara agama Kristen. Dalam ajaran agama Kristen, meskipun ibu Yesus yang bernama Maria bersuamikan Yusuf situkang kayu, tetapi sebelum Maria kawin dengan Yusuf, yaitu sejak mereka bertunangan, Maria telah mengandung dan melahirkan Yesus. Dan Yesus adalah anak Tuhan. Menurut sarjana-sarjana, cerita ini sama dengan cerita Herkules sebagai anak dari Tuhan Bapa yang bernama Zeus-Pater.
Ibu Herkules, Alkmene, telah mengandung dan melahirkan anak (dengan Tuhan Bapa) yang bernama Herkules. Jadi kedua-duanya, Yesus dan Herkules, beribu manusia tetapi berayahkan Tuhan Bapa. Kedua-duanya adalah Anak-Tuhan, keduanya adalah Tuhan.
Anehnya kedua cerita ini bersamaan pula dengan dongeng atau cerita agama hindu. Krishna, juga beribukan manusia, yaitu Devanaki, penjelmaan dari Wishnu sebagai anak Tuhan dan ayahnya adalah juga Tuhan Bapa atau Zupitri, yaitu Brahma. Krishna adalah Tuhan atau anak Tuhan, tepat seperti Kristus. Para ahli sejarah agama Jerman, seperti Bruno Freydank, Prof. Rudolf Seydel, Dr. Hubbe-Scheiden, Th. Schultze, K.E. Neumann membuktikan pula bahwa sebenarnya agama Kristen mempunyai hubungan erat dengan Hinduisme.
Mereka memastikan bahwa agama Kristen tumbuh dari Hinduisme dan Budhisme.
Ini dapat diterangkan menurut persamaan dengan apa yang kita temui dalam cerita Herkules; Bapanya bernama Zeus, namun ayahnya-manusianya adalah Amphitryon. Demikian pula Yesus, menurut Matius, disamping Anak Tuhan juga disebut anak Yusuf. Dongeng Herkules tertua menyebut Amphitryon disebut tunangan Alkmene. Demikian pula yang dikhotbahkan dalam Injil Matius.
Persamaan ajaran-ajaran dan dongeng-dongeng Yunani dengan ajaran-ajaran Gereja begitu banyaknya, sehinggga sebagian besar sarjana berpendapat bahwa cerita-cerita dalam Injil-injil itu pada hakikatnya adalah mitos-mitos yang dibuat-buat ...
» Next

Baca Selengkapnya......